Cuci Mata di Lapangan Gasibu Bandung

Bagi warga Kota Bandung tentu tak asing lagi dengan Lapangan Gasibu karena selain lokasinya yang strategis, juga di lapangan ini sering diadakan banyak pergelaran acara-acara baik seremonial resmi pemerintahan setempat, maupun konser-konser musik. Selain itu, Lapangan Gasibu di saat hari libur kerap dijadikan arena kumpul-kumpul atau olahraga masyarakat Kota Kembang. Atau bahasa gaulnya “cuci mata”.

Harmonis dan Dinamis

Lapangan Gasibu sendiri terletak persis di seberang Gedung Sate yang menjadi kantor pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Lapangan Gasibu juga merupakan akhir dari jalan layang Pasteur-Cikapayang yang membentang. Ditinjau secara arsitektur kota, Lapangan Gasibu posisinya menghubungkan antara Gedung Sate dengan taman yang membentang sampai ke Kampus Universitas Padjajaran. Posisi demikian, membentuk kawasan perkotaan yang banyak dikatakan orang sebagai sesuatu yang harmonis. Letak kawasan strategis dan harmonis ini bisa merefleksikan juga hasrat Kota Bandung yang ingin menjadi Kota Kembang yang dinamis, harmonis dan modern.

Namun sayang, masalah yang sulit untuk dipecahkan yakni kemacetan terutama ketika akhir pekan dimana bukan hanya warga Kota Bandung saja yang berlalu-lalang, juga dari kota-kota besar seperti Bogor dan Jakarta yang banyak juga menikmati liburan di Bandung.

Selain itu, kemacetan di sekitar Lapangan Gasibu juga diakibatkan oleh konser atau acara-acara pertunjukan musik yang mengundang banyak massa. Hal demikian bisa difahami karena Lapangan Gasibu hampir tak memiliki lokasi parkir yang memadai. Sehingga tak pelak, jika ada acara musik atau pertunjukan lain jalur dari dan menuju ke Gasibu dijamin macet.

Aspek Sejarah
Sekitar tahun 1953 berdiri lapangan sepak bola yang berlokasi di Jalan Badaksinga. Disana sering diselenggarakan pertandingan antar persatuan sepak bola. Berhubung lokasi lapangan akan dibangun proyek air bersih dengan nama HBM (sekarang PDAM), para pengurus PS berembuk dan meminta izin kepada pemerintah untuk memakai lokasi di depan Gedung Sate yang pada saat itu masih berupa semak belukar. Setelah mendapat izin dari pemerintah, para pencinta sepak bola waktu itu melakukan kerja bakti untuk membangun lapangan sepak bola tersebut dan pada tahun 1955 lapangan sepak bola yang sangat sederhana terbentuk dan diberi nama Gasibu (Gabungan Sepak Bola Indonesia Bandung Utara).

Sementara versi lainnya menyebut, nama Gasibu berasal dari kata gazebo. Gazebo adalah sebuah struktur paviliun, biasanya berbentuk persegi, segi 6, atau segi 8. Gazebo biasanya terdapat di taman, kebun, dan area umum yang luas. Gazebo biasanya berdiri sendiri atau menempel pada sebuah dinding taman. Gazebo memiliki atap, dan terbuka di semua sisinya (tanpa dinding). Gazebo memberikan keteduhan, di gunakan untuk tempat berlindung, dan memiliki fitur hias dalam landscape, juga digunakan untuk tempat beristirahat.

Beberapa gazebo yang cukup besar yang berada di taman umum digunakan untuk melayani sebagai bandstands atau tempat berteduh di saat hujan. Di Gasibu sendiri ada dua buah Gazebo.

Satu di selatan, dekat gedung sate. Satu lagi terletak di utara, sekarang dekat kantor Telkom.

Selamat Berkunjung!

 

Incoming search terms:

  • gedung sate bandung dan lapangan gasibu
  • lapangan gasibu bandung
  • gasibu bandung
  • gazebo bandung
  • lapangan gasibu
  • Gasibu
  • lapangan gazibu bandung
  • lapangan gazebo bandung
  • alamat lapangan gasibu bandung
  • Gazibu Bandung

Tempat Wisata , ,

Related Listing

Review has already been inserted from this machine. So no other reviews are allowed from this machine on this post.

Send To Friend

Send Inquiry